Awalnya semua bahan disiapkan…
Mata, telinga, hati,,, semua indera telah siap mengagumi sang pujaan hati
Lalu itu semua diaduk, dicampur rata, hingga tak ada rasa yang berlebih apalagi kurang…
Indah senyumnya, lembut suaranya, teduh tutur katanya, hingga tawa dalam tatapnya,,, semua dilebur hingga tercampur
Jangan lupa campurkan ragi ke dalam adonan, agar adonan mengembang
Ragi kagum membuat cinta semakin mengembang… bertambah volumenya
Ketika semua telah tercampur, kini adonan itu siap dimasukkan ke dalam oven…
Dan sudah siaplah adonan itu dimasukkan ke dalam oven panas…
Akhirnya cinta terbakar api cemburu,, Tapi tunggu dulu, hal itu bukan untuk memusnahkan sang cinta, tetapi malah membuat sang cinta semakin matang dan semakin mantap untuk mencintai dan dicintai
Hingga setelah selesai di oven, adonan tersebut berubah bentuk,,ohhh,, bukan hanya itu, ia berubah nama menjadi “roti”
Dan akhirnya cinta berubah jadi sayang,,, rasa sayang yang siap untuk dinikmati, dikonsumsi kapanpun ia dibutuhkan
Belum lagi aneka ragam selai siap mempercantik dan memberi rasa pada roti…
Banyak rasa yang akan dibubuhkan ke atas rasa sayang,, tapi semua rasa itu akan menambah nikmatnya mengkonsumsi rasa sayang
Dan kita tidak bisa membubuhkan salah satu jenis selai favorit saja, karena hal itu akan membuat kita merasa bosan sendiri menikmati sang roti…
Sama seperti rasa sayang, ia tidak bisa melulu kita beri selai kebahagiaan, tapi kadang kita harus menikmati rasa sayang dengan taburan tangisan… itulah yang membuat kita tak pernah bosan menyayangi,, karena di dalam sayang ada tawa, tangis, bahagia, jerit kesakitan, kata sepakat, berdebat
Karena di dalam setangkup sayang akhirnya ada aku dan kau…
.untuk Abiy, dengan setumpuk cinta dari Mamamu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar