Banyak cerita tentang aku dan dia. Tak ada yang tahu. Mungkin mereka tahu, tapi mereka hanya tahu sampulnya saja. Mereka tidak bisa membaca novel kisah hidup kami, karena novel kisah kami masih dibungkus dengan plastik privasi dan novel kami tidak, oh maaf, belum diperjualbelikan dalam kehidupan ini.
Kami bertemu sekitar dua tahun yang lalu. Awalnya hanya kaku belaka, tapi ternyata Tuhan memberi kami kesempatan untuk selalu bertemu, meski hanya di lorong sekolah atau di zebracross saja. Tapi kenangan-kenangan kecil itu begitu indah, tidak kalah indahnya dengan kenangan-kenangan yang sudah terjadi, yang sudah terekam, dan sudah terkenang.
Baiklah, saya akan mencoba berhenti menggunakan kata “kami”, karena sebenarnya ini adalah cerita tentang saya dan dia, bukan hanya cerita tentang kami. Dan seperti penulis lain pada umumnya, saya akan menuliskan apa yang saya rasakan, bukan apa yang kami rasakan, karena kami jarang berbincang mengenai apa yang kami rasakan. Kami hanya sering berbincang tentang apa yang saya rasakan, dan apa yang dia rasakan. Lihat, begitu berbeda bukan? Ini bukan tentang perasaan kami, tapi ini semua tentang perasaan saya dan dia.
30 Juni 2007,
Malam itu kendaraan memadati Ciawi, seakan semua orang mengantarkan kepindahanku ke Sukabumi. Huh… Sukabumi?? Kota macam apalagi itu? Mengapa aku bisa terdampar ke Sukabumi? Entahlah, nobody knows God’s plans, so do I. Jadi selama perjalanan menuju ke Sukabumi aku hanya melamun, sambil sesekali merindukan sahabatku. Macet, bising, asap knalpot, orang-orang egois, pokoknya semua hal tentang Jakarta. Aku rindu Jakarta, meski aku baru sekitar 2 jam meninggalkan calon kota megapolitan itu.
Sungguh, aku merindukan Jakarta,,, Tidak peduli seburuk apapun Jakarta, it’s still my only one favourite town.
17 Juli 2007,
Hari pertamaku di SMAN 3 Sukabumi. Katanya sih sekolah ini bagus, but I absolutely don’t agree with people statement. It’s even far from “enough”!!!!! Oh my God!! Aku bahkan tidak menemukan aula berkeramik disini!!! Dan, FYI, di sini ga ada tempat olahraga indoor!!! Oh God!! Cobaan apalagi yang kau berikan kepadaku?? Oke, aku harus berusaha untuk mulai enjoy minimum facilities in this small town. Dan yang paling ga masuk di akal menurutku ialah angkot yang selalu mundur ketika melihat ada orang yang kelihatannya ingin naik angkot!! Oh God!! They even don’t live in a rush!!! Santai banget!! It’s totally different with Jakarta. Bahkan aku mendengar cerita gokil terbaru dari mamaku bahwa beliau siang tadi naik angkot, dan di dalam angkot tersebut ada seorang ibu hamil yang meminta supir angkot untuk berhenti di depan restoran ayam goreng dan ibu tadi meminta supir angkot tersebut untuk menunggunya!!! God!! And the driver does it!! After 10 minutes, akhirnya angkot yang mamaku tumpangi tadi berangkat lagi. What a weird story!! I’ve never ever found story like that in Jakarta, and I will not find story like that in Jakarta!!
…. Juli 2007,
Masih dalam penat dan sumpeknya menghadapi MOS. But got something today. Tadi ada promosi ekstrakurikuler di aula yang tidak berkeramik (I’ve told you about this “auditorium” before, remember?). Jujur, aku bingung mau ikut ekskul apa, because I have no interest in those extra-curriculars. Tapi sudah terpikir olehku untuk memilih ekskul basket dan pustakawan.! Pustakawan? When I was in my junior high school, ga ada ekskul semacam ini. Tapi aku agak curious dengan kegiatan mereka yang katanya sih condong ke arah sastra. And I love it! Aku memang sedang mencari wadah untuk menampung puisi-puisi dan cerpen-cerpen gilaku yang sudah menumpuk di komputer di rumah. Hope it can be a big bucket for my sense of language. Hahahaha.. :p Tapi aku belum registrasi ke pengurus kedua ekskul ini. Nanti saja, masih lama kok tenggang waktunya. MOS aja belum beres kok, jadi hari belajar efektif juga belum dimulai, dan kegiatan ekskul juga pasti belum dimulai.
… Juli 2007,
Sebal banget rasanya kenapa mesti ada acara penutupan MOS di Kemuning? Lemme tell you the describe of Kemuning. Kemuning adalah tempat untuk camping, and I do camping here. Seumur hidup, baru kali ini deh ngediriin tenda sendiri, bahkan mesti masang patok sendiri. Actually ga masang sendiri sih, tapi bareng sama teman-teman sekelompok. Dan aku yang hate camping’s life much, dari awal mencucukkan patok tenda ke tanah aja aku udah ga excited dan ga ngerti. But thanks God, seniors ngebantu aku dan temen-temen aku to stand the tent. Sebenernya sih bukan seniors, but just two of seniors helped us, karena senior yang lain ngebantuin kelompok lainnya.
… Juli 2007,
Thanks God!! This is the last day of camping!! I’m so happy. Tadi ada acara campfire, biasalah a must tradition kalau lagi camping. Tapi tadi aku kurang nikmatin acaranya coz it was so bored (for me, not for the others). Jadi aku nunggu di tenda bareng sama Lastri, yang anehnya malah sibuk ngaca, padahal our tent is dark enough, dan aku yakin dia ga bisa total ngeliat wajahnya di cermin…hahahaha… dan after mirroring, Lastri bengong ga ngapa-ngapain, like what I’m doing. Dan ketika kami berdua lagi sibuk dengan lamunan kami masing-masing, ada seorang cowok menyorotkan senter ke arah pintu tenda kami yang terbuka. Makin lama ia makin mendekat, seperti ingin mengecek wrong things di tenda kami. Lalu aku tanya, “Ada apa, Kang?” Cowok itu langsung bilang “Oh, gak apa-apa,” and he went away. Still confuse, aku nanya ke Lastri “ Akang yang tadi ngapain sih?” Lastri dengan santai menjawab “Kamu kayak cowok sih, jadi Akang tadi ngira kita lagi berduaan di dalam tenda.” What a next foolish thing!!! Haahaha.. aku cuma bisa ketawa dalam hati. Dalam satu hari aku udah dua kali disangka pria sama orang lain. Yang pertama ialah ketika tadi sore aku ikut English game, dan yang kedua ialah ya yang di tenda ini!! Hahahaha…. Am I too boyish so that people recognize me as a boy?? Helloooo… I’m totally a girl!! Cek aja nih kalo ga percaya!! Hahaahaa… Emang sih style aku boyish banget, aku pake celana surfer dan kaos kegedean warna hitam. Kalo kayak gini penampilanku, there’s no reason for people to call me a girl. Hehehehe…
… Juli 2007,
MOS dengan sejuta kenangan buruk di dalamnya (contoh: sendok garpu yang aku bawa hilang di Kemuning, untung aja piringnya gak hilang..hehehe..that’s a bad memory, right? ;p), sudah berakhir. Today I will face matrikulasi test. Semalam suntuk aku ngebut belajar, prepare buat tes matrikulasi hari ini dan besok aku mesti ngerjain psikotes. Aku niat banget nih ngerjain tes-tes tersebut, karena aku pengen banget masuk kelas akselerasi, jadi aku di SMA ini cuma dua tahun (dan aku emang ga mau lama-lama sekolah di sini…hehehehe). Orang-orang lain sibuk contek sana-sini, bahkan ketika psikotes sekalipun!! How dumb they’re!! Tapi ga ada yang minta contekan ke aku, coz I looks like a geek person but have no brain inside…Hahahaha… Ya aku sih cuek aja, toh aku ga butuh contekan dari mereka, kan?
… Juli 2007,
Hari belajar efektif starts from today. Dan aku bener-bener ga ngerasain kalau aku adalah seorang pelajar, karena sepanjang hari guru tuh ga semuanya masuk di jam pelajaran. Dalam 1 hari hanya ada sekitar 2 guru yang masuk kelas, padahal dalam 1 hari seharusnya ada 4 sampai 5 guru yang mengajar di kelasku. Oh God!! Aku pengen banget cepet-cepet masuk kelas akselerasi, hope there will be much far away better than in regular class. Dan tadi sepulang sekolah aku daftar ekskul pustakawan. Dan ternyataaaa, the library is so different from my junior high library!! In my junior high, perpus tuh tingkat dua dan full of air conditioner. Dan di siniiiii, cuma satu lantai dan itupun koleksi bukunya masih sedikit (banget)!!! I was so amaze with what I see, tadinya mau ngebatalin niat ikut pustakawan, eh tapi ternyata udah keburu ada bapak penjaga perpus yang bilang “O, mau daftar ekskul pustakawan ya? Sebentar ya,” lalu bapak itu memanggil seorang cowok “Ram, ada yang mau daftar.” Ga lama kemudian, ada seorang cowok tinggi dengan very short haircut (ya botak tiga senti gitu deh rambutnya, kayak praja IPDN gitu deh pokoknya). “Mau daftar ya? Ini, isi dulu formulirnya ya. Duduk di sini aja,” ujarnya dengan ramah. Aku sih cuek-cuek aja, bahkan aku ga ngebales senyumnya dia!! Hahahaha.. ga sopan banget kan tuh? Aku segera mengisi formulir itu. Pengen cepet-cepet pulang nih!! Laper berat!! “O, dari Jakarta ya? Kenapa pindah ke sini?” tiba-tiba cowok itu bertanya kepadaku. “Iya, ikut papa pindah kerja.” “O gitu, ya?” sahut cowok itu. “Suka basket ya?” ga lama cowok itu berkoar lagi. “Iya,” jawabku singkat, jelas, padat, berisi. “Nih, Kang,” ujarku sambil menyerahkan formulir tersebut. “O iya, makasi ya. Nanti kalo ada kumpul, ikut ya. Nanti pengumumannya lewat announcement speaker.” “Iya. Makasi, Kang.” Sebelum aku beranjak dari perpus, cowok itu bilang ke bapak penjaga perpus itu kalo aku dari Jakarta. Dan bapak penjaga perpus itu juga nanya kenapa aku pindah ke Sukabumi. As usual, my answer is “Ikut papa pindah kerja.”
(I thought) That was the first meet with him.
… Agustus 2007,
Siang ini aku harus kumpul di perpustakaan, karena akan ada kumpul pustakawan. Pengen pulang rasanya, tapi ya mau gimana lagi, kan harus kumpul. Masa kumpul pertama dengan anak-anak pustakawan lainnya aku ga hadir? Ga mau ah!
Akhirnya tadi aku sudah kumpul dengan teman-teman pustakawan lainnya. Setelah selesai mendengar “ceramah” dari kakak-kakak pengurus ekskul pustakawan, akhirnya kami diperbolehkan pulang. Eh tapi ternyata, Kak Rahmi, ketua ekskul pustakawan, memintaku untuk stay karena katanya sih pengen interview aku (ceileee). Akhirnya aku duduk dan berbincang dengan Kak Rahmi. Segala rupa pertanyaan ia lontarkan terhadapku. Aku yang aslinya santai dan always cheer up, malah jadi asyik ngobrol dengan Kak Rahmi. Setelah itu, Kak Rahmi bertanya kepada seorang cowok botak (yang dulu jadi “receptionist” ketika aku mendaftar pustakawan itu lhooo..), yang ternyata sejak tadi duduk berselang beberapa bangku di sebelah Kak Rahmi, “Ada lagi pertanyaan buat Sintya?” Cowok botak itu langsung ngomong “Iya, ada. Tadi kan kamu bilang kamu suka basket. Nah gimana caranya agar kamu bisa bagi waktu antara main basket dengan waktu belajar kamu? Karena saya dulu juga pernah sibuk main basket dan menurut saya agak susah bagi waktunya.” Aku dengan santai menjawab “Ya yang jelas belajarku ga akan terganggu karena main basket. Kan basket cuma ekskul aja dan cuma buat hobi, jadi ga mungkin belajarku jadi terbengkalai.” Cowok botak itu mengangguk-angguk tanda setuju. Setelah itu, aku pamit pulang kepada Kak Rahmi dan cowok botak itu, yang ternyata bernama Ramli.
Sesampainya aku di rumah, aku buru-buru makan dan ganti seragam sekolah dengan baju basket, karena aku harus kembali lagi ke sekolah untuk ikutan PHKRI (perayaan hari kemerdekaan republik Indonesia) dan aku ikutan three on three. Lawanku hari ini ialah anak-anak kelas 12 IPS 2. Well, sudah mati kutu duluan ni aku karena tahu aku bakal ngelawan anak kelas 12. Haduuuuuh… Ya biarin aja deh, kali-kali aja this day is my lucky day, jadi bisa menang gituuuu… Heheehee..
Sesampainya di lapangan basket sekolah, aku langsung bisa ngeliat lawan-lawanku yang ternyata semua cowok!!! Sama aja kayak partners aku. It means I’m the only one girl in this game!!! Maluuuu banget, sekaligus takut karena aku tahu cowok kan kalo udah do sport pasti kasar deh!!
Priiiit!! The whistle’s already whistling. Okay, aku bahkan ga dapet bola sepanjang permainan!! Ya pasrah deh… Tapi tetep harus semangat. Karena tim kelas kami hanya bertiga, jadi sejak awal pertandingan kami ga gonta-ganti pemain, berbeda dengan lawan kami yang sejak tadi terus-menerus berubah formersnya. Aku terus konsen ke permainanku, sampai tiba-tiba badanku menubruk seorang pemain. Kepalaku menubruk dadanya. GOSH!!! DAMN!!!! Guess who the person is?? RAMLI!!! Anjiiiir… Tinggi banget tu orang!! Oke, actually aku ga langsung ingat siapa dia. Tapi setelah pertandingan selesai, I can clearly remember kalo dia adalah kakak kelas yang tadi siang asked about my basketball and my study. Huh!! Ngeliat tampangnya yang enjoy banget megang bola basket bikin aku BT setengah mati. Dasar tiang listrik!! Dan bahkan dia main basket menggunakan baju seragam!! Itu berarti dia main basket menggunakan celana panjang!! Dasar tiang listrik!! Dan yang aku ingat ialah ketika si tiang listrik itu dapet giliran megang bola basket, temannya, yang belakangan aku tahu bernama Bejo (sebenernya sih nama aslinya Indra), selalu teriak “Ence, sambil baca ayat kursi atuuuhh..” Hahaha…. Dasar kakak kelas yang aneh!! Dan pertandingan di siang yang terik itu berbuahkan kekalahan tim kelasku. Sabaaaaarrrrr…..
Selasa, 02 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar