hari Sabtu, with a good logistic preparation (but very bad finance preparation), aku dan abiy went to curug cibeureum, yg letaknya 2.5 km dari pondok halimun. it was fun, really fun, apalagi bisa digendong sama abiy berkali2....hahahaha.... makasi ya sayangkuuu...
..ntar ah dilanjut lg critanya,,,brsmbung dlu ya..
Minggu, 07 Juni 2009
HE IS REAL SUPERMAN
(based on true story)
Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, pak Suyatno 58 tahun, kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak.
Setelah istrinya melahirkan anak ke empat, disinilah awal cobaan menerpa, tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang. Lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi. Setiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.
Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha Pak Suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makansiang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia tem ani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.
Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan pak suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buahhati mereka.
Sekarang anak-anak mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah. Pada suatu hari ke empat anak Suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Setelah anak-anak menikah, mereka tinggal dengan keluarga masing-masing. Pak Suyatno sudah lama memutuskan bahwa dia yang merawat ibu anak-anaknya dan yang dia inginkan hanya satu yaitu semua anaknya berhasil
Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata "Pak, kami ingin sekali merawat ibu karena semenjak kami kecil, kami melihat bapak merawat ibu dan tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak. Bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu".Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-katanya : "Ini sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak. Dengan berkorban seperti ini kami tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu bergantian".
Pak Suyatno menjawab dengan jawaban yg tidak diduga anak2 mereka : "Anak2ku Jikalau hidup didunia ini hanya untuk nafsu Mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah bahwa dengan adanya ibu kaliandisampingku itu, sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian".... .. sejenak kerongkongannya tersekat, "Kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta, yang tidak satupun dapat menggantikannya, dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu, apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini ?".. Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah batin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang". "Kalian menginginkan bapak yg masih diberi Allah kesehatan ini, dirawat oleh orang lain ?". "Bagaimana dengan ibumu yg masih sakit ?"Sejenak meledaklah tangis anak2 pak Suyatno dan merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno...dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu..
Sampailah akhirnya pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber di acara islami selepas shubuh, mereka mengajukan pertanyaan kepada pak Suyatno bagaimana aranyamampu bertahan selama 25tahun merawat istrinya yg sudah tidak bisa apa2.
Di saat itu Pak Suyatno menangis. Tamu yang hadir di studio yang kebanyakan kaum perempuanpun juga tidak sanggup menahan haru. Di situlah pak Suyatno bercerita :" Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta tapi dia tidak mencintai karena Allah, maka semuanya akan luntur. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya, bukan dengan lahiriah saja, dan dia memberisaya 4 orang anak yg lucu2.."
Sekarang dia sakit, berkorban untuk saya, karena Allah... dan itu merupakan ujian bagi saya, sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit. Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya dapat bercerita kepada Allah. Di atas sajadah.. saya yakin. Hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya..
Jumat, 05 Juni 2009
.Semua Tentang Kita.
Waktu terasa semakin berlalu
Tinggalkan cerita tentang kita
Akan tiada lagi kini tawamu
Tuk hapuskan semua sepi di hati
Ada cerita
Tentang aku dan dia
Dan kita bersama
Saat dulu kala
Ada cerita
Tentang masa yang indah
Saat kita berduka
Saat kita tertawa
Teringat disaat
Kita tertawa bersama
Ceritakan semua
Tentang kita
Ada cerita
Tentang aku dan dia
Dan kita bersama
Saat dulu kala
Ada cerita
Tentang masa yang indah
Saat kita berduka
Saat kita tertawa

.Song by: Peterpan.
Tinggalkan cerita tentang kita
Akan tiada lagi kini tawamu
Tuk hapuskan semua sepi di hati
Ada cerita
Tentang aku dan dia
Dan kita bersama
Saat dulu kala
Ada cerita
Tentang masa yang indah
Saat kita berduka
Saat kita tertawa
Teringat disaat
Kita tertawa bersama
Ceritakan semua
Tentang kita
Ada cerita
Tentang aku dan dia
Dan kita bersama
Saat dulu kala
Ada cerita
Tentang masa yang indah
Saat kita berduka
Saat kita tertawa

.Song by: Peterpan.
.Secarik Rindu untuk Pangeran Hatiku.
Tahukah kamu
Berapa banyak kata rindu
Yang berhasil aku kalahkan
Ketika aku menunggumu, sayang?
Tahukah kamu
Berapa ribu tetes embun pagi
Yang menemaniku dalam sepinya hati ini
Ketika engkau tinggalkan aku senja itu?
Tahukah kamu
Suratmu adalah teman hatiku
Ketika diriku
Tak menemukanmu di sampingku
Tahukah kamu
Aku merindumu di setiap milisekon nafasku
Aku mencarimu di setiap milisenti langkahku
Aku mengagumi di setiap detak jantungku
Kamu tahu, aku menunggumu di sini
Dan aku tahu, kamu tak kan pergi terlalu jauh dari hati ini
Di manapun kamu sekarang,
Rasa cintaku takkan berkurang, Sayang…
Karna ku sayang kamu
.(selalu)Untuk Abiy.
Berapa banyak kata rindu
Yang berhasil aku kalahkan
Ketika aku menunggumu, sayang?
Tahukah kamu
Berapa ribu tetes embun pagi
Yang menemaniku dalam sepinya hati ini
Ketika engkau tinggalkan aku senja itu?
Tahukah kamu
Suratmu adalah teman hatiku
Ketika diriku
Tak menemukanmu di sampingku
Tahukah kamu
Aku merindumu di setiap milisekon nafasku
Aku mencarimu di setiap milisenti langkahku
Aku mengagumi di setiap detak jantungku
Kamu tahu, aku menunggumu di sini
Dan aku tahu, kamu tak kan pergi terlalu jauh dari hati ini
Di manapun kamu sekarang,
Rasa cintaku takkan berkurang, Sayang…
Karna ku sayang kamu
.(selalu)Untuk Abiy.
Proses mencintai seseorang sama seperti proses pembuatan roti tawar…
Awalnya semua bahan disiapkan…
Mata, telinga, hati,,, semua indera telah siap mengagumi sang pujaan hati
Lalu itu semua diaduk, dicampur rata, hingga tak ada rasa yang berlebih apalagi kurang…
Indah senyumnya, lembut suaranya, teduh tutur katanya, hingga tawa dalam tatapnya,,, semua dilebur hingga tercampur
Jangan lupa campurkan ragi ke dalam adonan, agar adonan mengembang
Ragi kagum membuat cinta semakin mengembang… bertambah volumenya
Ketika semua telah tercampur, kini adonan itu siap dimasukkan ke dalam oven…
Dan sudah siaplah adonan itu dimasukkan ke dalam oven panas…
Akhirnya cinta terbakar api cemburu,, Tapi tunggu dulu, hal itu bukan untuk memusnahkan sang cinta, tetapi malah membuat sang cinta semakin matang dan semakin mantap untuk mencintai dan dicintai
Hingga setelah selesai di oven, adonan tersebut berubah bentuk,,ohhh,, bukan hanya itu, ia berubah nama menjadi “roti”
Dan akhirnya cinta berubah jadi sayang,,, rasa sayang yang siap untuk dinikmati, dikonsumsi kapanpun ia dibutuhkan
Belum lagi aneka ragam selai siap mempercantik dan memberi rasa pada roti…
Banyak rasa yang akan dibubuhkan ke atas rasa sayang,, tapi semua rasa itu akan menambah nikmatnya mengkonsumsi rasa sayang
Dan kita tidak bisa membubuhkan salah satu jenis selai favorit saja, karena hal itu akan membuat kita merasa bosan sendiri menikmati sang roti…
Sama seperti rasa sayang, ia tidak bisa melulu kita beri selai kebahagiaan, tapi kadang kita harus menikmati rasa sayang dengan taburan tangisan… itulah yang membuat kita tak pernah bosan menyayangi,, karena di dalam sayang ada tawa, tangis, bahagia, jerit kesakitan, kata sepakat, berdebat
Karena di dalam setangkup sayang akhirnya ada aku dan kau…
.untuk Abiy, dengan setumpuk cinta dari Mamamu.
Mata, telinga, hati,,, semua indera telah siap mengagumi sang pujaan hati
Lalu itu semua diaduk, dicampur rata, hingga tak ada rasa yang berlebih apalagi kurang…
Indah senyumnya, lembut suaranya, teduh tutur katanya, hingga tawa dalam tatapnya,,, semua dilebur hingga tercampur
Jangan lupa campurkan ragi ke dalam adonan, agar adonan mengembang
Ragi kagum membuat cinta semakin mengembang… bertambah volumenya
Ketika semua telah tercampur, kini adonan itu siap dimasukkan ke dalam oven…
Dan sudah siaplah adonan itu dimasukkan ke dalam oven panas…
Akhirnya cinta terbakar api cemburu,, Tapi tunggu dulu, hal itu bukan untuk memusnahkan sang cinta, tetapi malah membuat sang cinta semakin matang dan semakin mantap untuk mencintai dan dicintai
Hingga setelah selesai di oven, adonan tersebut berubah bentuk,,ohhh,, bukan hanya itu, ia berubah nama menjadi “roti”
Dan akhirnya cinta berubah jadi sayang,,, rasa sayang yang siap untuk dinikmati, dikonsumsi kapanpun ia dibutuhkan
Belum lagi aneka ragam selai siap mempercantik dan memberi rasa pada roti…
Banyak rasa yang akan dibubuhkan ke atas rasa sayang,, tapi semua rasa itu akan menambah nikmatnya mengkonsumsi rasa sayang
Dan kita tidak bisa membubuhkan salah satu jenis selai favorit saja, karena hal itu akan membuat kita merasa bosan sendiri menikmati sang roti…
Sama seperti rasa sayang, ia tidak bisa melulu kita beri selai kebahagiaan, tapi kadang kita harus menikmati rasa sayang dengan taburan tangisan… itulah yang membuat kita tak pernah bosan menyayangi,, karena di dalam sayang ada tawa, tangis, bahagia, jerit kesakitan, kata sepakat, berdebat
Karena di dalam setangkup sayang akhirnya ada aku dan kau…
.untuk Abiy, dengan setumpuk cinta dari Mamamu.
.Rinduku untuk Teman-temanku.
Semua senyuman yang pernah, masih, dan akan terus menghujaniku dengan penuh kebahagiaan,
masih saja setia menanti di depan hari,
meski tak sedekat dulu lagi
Semua tawa yang mendekapku dengan hangatnya kehadiran kalian di setiap detik ku hembuskan nafasku,
masih saja menjanjikan segunung harapan
untuk merajut persahabatan,
entah itu dapat terjadi kapan
Dan lagi, semua nyanyian perjanjian yang kalian senandungkan
bagi tahun-tahun ke belakang yang tak sanggup kita tinggalkan,
masih saja terus bermain di telingaku,
meski aku tahu ini hanya hasil kerja otakku
yang terlalu sering merekam semua itu
Dan untuk terakhir kali,
aku berjanji seorang diri,
untuk hadir dalam setiap tangis kalian, tawa kalian, canda kalian, maupun dalam setiap bulir air mata yang mengalir,
meski aku tahu semua kisah indah ini sudah akan berakhir….
masih saja setia menanti di depan hari,
meski tak sedekat dulu lagi
Semua tawa yang mendekapku dengan hangatnya kehadiran kalian di setiap detik ku hembuskan nafasku,
masih saja menjanjikan segunung harapan
untuk merajut persahabatan,
entah itu dapat terjadi kapan
Dan lagi, semua nyanyian perjanjian yang kalian senandungkan
bagi tahun-tahun ke belakang yang tak sanggup kita tinggalkan,
masih saja terus bermain di telingaku,
meski aku tahu ini hanya hasil kerja otakku
yang terlalu sering merekam semua itu
Dan untuk terakhir kali,
aku berjanji seorang diri,
untuk hadir dalam setiap tangis kalian, tawa kalian, canda kalian, maupun dalam setiap bulir air mata yang mengalir,
meski aku tahu semua kisah indah ini sudah akan berakhir….
Kamis, 04 Juni 2009
Your Call
Waiting for yourCall I'm sick, call I'm angry, call I'm desperate for your voiceListening to the song we used to singIn the car, do you remember?Butterfly, Early SummerIt's playing on repeat, just like when we would meet...Like when we would meet...Cause I was born to tell you I love you...And I am torn to do what I have to...To make you mine, stay with me tonightStripped and pollished, I am new, I am freshI am feeling so ambitious, you and me, flesh to fleshCause every breath that you will takeWhen you are sitting next to meWill bring life into my deepest hopes, what's your fantasy?What's your... (what's your... what's your...)Cause I was born to tell you I love you...And I am torn to do what I have to...To make you mine, stay with me tonightAnd I'm tired of being all alone, and this solitary moment makes me want to come back homeAnd I'm tired of being all alone, and this solitary moment makes me want to come back homeAnd I'm tired of being all alone, and this solitary moment makes me want to come back home(I know everything you wanted isn't anything you have)And I'm tired of being all alone, and this solitary moment makes me want to come back home(I know everything you wanted isn't anything you have)Cause I was born to tell you I love you... (And I was born to tell you I love you...)And I am torn to do what I have to... (And I am torn to do what I have to...)Cause I was born to tell you I love you... (I was born...)(I know everything you wanted isn't anything you have)And I am torn to do what I have to...(I know...)To make you mine, stay with me tonight
.aku rindu kamu.
Ini semua ku genggam
agar tak jatuh berdebam
Tapi ternyata
ini semua salah realita
Garis hidup dari Tuhan
takkan redup karena jaman
Takdir nafas dari Sang Pencipta
takkan terhempas oleh dukacita
Bayang absurb
Semua keruh
Jelaga kutub
Semua kumuh
Terbang dengan senang
Melayang dengan dendang
Pagar terkunci
Segera terpugar oleh mimpi
Jauh,jauh…..
Kan ku kayuh
Agar ini cepat berlabuh
Indah,
Indah….
Kan kucegah
Agar tak ada gundah
Aku. Kamu. Kita
Tiga kata yang berbeda
Aku. Kamu. Dia
Tiga kata yang menyimpan tanya
Bolehkah aku membencinya?
Ataukah aku harus memarahimu?
Bolehkah aku memakinya?
Ataukah aku harus berteriak di hadapmu?
Tanyakan aku,
Tanyakan aku
Berapa lama waktu yang kuperlu
Untuk perbaiki semua itu
Tanyakan dirimu,
Tanyakan dirimu,
Apa kamu mencintaiku
Dan tak ingin kehilanganku?
Tanyakan dia,
Tanyakan dia
Apa dia rela kena karma
Karna tlah mendukakan hati wanita
.Aku rindu kamu.
agar tak jatuh berdebam
Tapi ternyata
ini semua salah realita
Garis hidup dari Tuhan
takkan redup karena jaman
Takdir nafas dari Sang Pencipta
takkan terhempas oleh dukacita
Bayang absurb
Semua keruh
Jelaga kutub
Semua kumuh
Terbang dengan senang
Melayang dengan dendang
Pagar terkunci
Segera terpugar oleh mimpi
Jauh,jauh…..
Kan ku kayuh
Agar ini cepat berlabuh
Indah,
Indah….
Kan kucegah
Agar tak ada gundah
Aku. Kamu. Kita
Tiga kata yang berbeda
Aku. Kamu. Dia
Tiga kata yang menyimpan tanya
Bolehkah aku membencinya?
Ataukah aku harus memarahimu?
Bolehkah aku memakinya?
Ataukah aku harus berteriak di hadapmu?
Tanyakan aku,
Tanyakan aku
Berapa lama waktu yang kuperlu
Untuk perbaiki semua itu
Tanyakan dirimu,
Tanyakan dirimu,
Apa kamu mencintaiku
Dan tak ingin kehilanganku?
Tanyakan dia,
Tanyakan dia
Apa dia rela kena karma
Karna tlah mendukakan hati wanita
.Aku rindu kamu.
Selasa, 02 Juni 2009
and the stories go....
Banyak cerita tentang aku dan dia. Tak ada yang tahu. Mungkin mereka tahu, tapi mereka hanya tahu sampulnya saja. Mereka tidak bisa membaca novel kisah hidup kami, karena novel kisah kami masih dibungkus dengan plastik privasi dan novel kami tidak, oh maaf, belum diperjualbelikan dalam kehidupan ini.
Kami bertemu sekitar dua tahun yang lalu. Awalnya hanya kaku belaka, tapi ternyata Tuhan memberi kami kesempatan untuk selalu bertemu, meski hanya di lorong sekolah atau di zebracross saja. Tapi kenangan-kenangan kecil itu begitu indah, tidak kalah indahnya dengan kenangan-kenangan yang sudah terjadi, yang sudah terekam, dan sudah terkenang.
Baiklah, saya akan mencoba berhenti menggunakan kata “kami”, karena sebenarnya ini adalah cerita tentang saya dan dia, bukan hanya cerita tentang kami. Dan seperti penulis lain pada umumnya, saya akan menuliskan apa yang saya rasakan, bukan apa yang kami rasakan, karena kami jarang berbincang mengenai apa yang kami rasakan. Kami hanya sering berbincang tentang apa yang saya rasakan, dan apa yang dia rasakan. Lihat, begitu berbeda bukan? Ini bukan tentang perasaan kami, tapi ini semua tentang perasaan saya dan dia.
30 Juni 2007,
Malam itu kendaraan memadati Ciawi, seakan semua orang mengantarkan kepindahanku ke Sukabumi. Huh… Sukabumi?? Kota macam apalagi itu? Mengapa aku bisa terdampar ke Sukabumi? Entahlah, nobody knows God’s plans, so do I. Jadi selama perjalanan menuju ke Sukabumi aku hanya melamun, sambil sesekali merindukan sahabatku. Macet, bising, asap knalpot, orang-orang egois, pokoknya semua hal tentang Jakarta. Aku rindu Jakarta, meski aku baru sekitar 2 jam meninggalkan calon kota megapolitan itu.
Sungguh, aku merindukan Jakarta,,, Tidak peduli seburuk apapun Jakarta, it’s still my only one favourite town.
17 Juli 2007,
Hari pertamaku di SMAN 3 Sukabumi. Katanya sih sekolah ini bagus, but I absolutely don’t agree with people statement. It’s even far from “enough”!!!!! Oh my God!! Aku bahkan tidak menemukan aula berkeramik disini!!! Dan, FYI, di sini ga ada tempat olahraga indoor!!! Oh God!! Cobaan apalagi yang kau berikan kepadaku?? Oke, aku harus berusaha untuk mulai enjoy minimum facilities in this small town. Dan yang paling ga masuk di akal menurutku ialah angkot yang selalu mundur ketika melihat ada orang yang kelihatannya ingin naik angkot!! Oh God!! They even don’t live in a rush!!! Santai banget!! It’s totally different with Jakarta. Bahkan aku mendengar cerita gokil terbaru dari mamaku bahwa beliau siang tadi naik angkot, dan di dalam angkot tersebut ada seorang ibu hamil yang meminta supir angkot untuk berhenti di depan restoran ayam goreng dan ibu tadi meminta supir angkot tersebut untuk menunggunya!!! God!! And the driver does it!! After 10 minutes, akhirnya angkot yang mamaku tumpangi tadi berangkat lagi. What a weird story!! I’ve never ever found story like that in Jakarta, and I will not find story like that in Jakarta!!
…. Juli 2007,
Masih dalam penat dan sumpeknya menghadapi MOS. But got something today. Tadi ada promosi ekstrakurikuler di aula yang tidak berkeramik (I’ve told you about this “auditorium” before, remember?). Jujur, aku bingung mau ikut ekskul apa, because I have no interest in those extra-curriculars. Tapi sudah terpikir olehku untuk memilih ekskul basket dan pustakawan.! Pustakawan? When I was in my junior high school, ga ada ekskul semacam ini. Tapi aku agak curious dengan kegiatan mereka yang katanya sih condong ke arah sastra. And I love it! Aku memang sedang mencari wadah untuk menampung puisi-puisi dan cerpen-cerpen gilaku yang sudah menumpuk di komputer di rumah. Hope it can be a big bucket for my sense of language. Hahahaha.. :p Tapi aku belum registrasi ke pengurus kedua ekskul ini. Nanti saja, masih lama kok tenggang waktunya. MOS aja belum beres kok, jadi hari belajar efektif juga belum dimulai, dan kegiatan ekskul juga pasti belum dimulai.
… Juli 2007,
Sebal banget rasanya kenapa mesti ada acara penutupan MOS di Kemuning? Lemme tell you the describe of Kemuning. Kemuning adalah tempat untuk camping, and I do camping here. Seumur hidup, baru kali ini deh ngediriin tenda sendiri, bahkan mesti masang patok sendiri. Actually ga masang sendiri sih, tapi bareng sama teman-teman sekelompok. Dan aku yang hate camping’s life much, dari awal mencucukkan patok tenda ke tanah aja aku udah ga excited dan ga ngerti. But thanks God, seniors ngebantu aku dan temen-temen aku to stand the tent. Sebenernya sih bukan seniors, but just two of seniors helped us, karena senior yang lain ngebantuin kelompok lainnya.
… Juli 2007,
Thanks God!! This is the last day of camping!! I’m so happy. Tadi ada acara campfire, biasalah a must tradition kalau lagi camping. Tapi tadi aku kurang nikmatin acaranya coz it was so bored (for me, not for the others). Jadi aku nunggu di tenda bareng sama Lastri, yang anehnya malah sibuk ngaca, padahal our tent is dark enough, dan aku yakin dia ga bisa total ngeliat wajahnya di cermin…hahahaha… dan after mirroring, Lastri bengong ga ngapa-ngapain, like what I’m doing. Dan ketika kami berdua lagi sibuk dengan lamunan kami masing-masing, ada seorang cowok menyorotkan senter ke arah pintu tenda kami yang terbuka. Makin lama ia makin mendekat, seperti ingin mengecek wrong things di tenda kami. Lalu aku tanya, “Ada apa, Kang?” Cowok itu langsung bilang “Oh, gak apa-apa,” and he went away. Still confuse, aku nanya ke Lastri “ Akang yang tadi ngapain sih?” Lastri dengan santai menjawab “Kamu kayak cowok sih, jadi Akang tadi ngira kita lagi berduaan di dalam tenda.” What a next foolish thing!!! Haahaha.. aku cuma bisa ketawa dalam hati. Dalam satu hari aku udah dua kali disangka pria sama orang lain. Yang pertama ialah ketika tadi sore aku ikut English game, dan yang kedua ialah ya yang di tenda ini!! Hahahaha…. Am I too boyish so that people recognize me as a boy?? Helloooo… I’m totally a girl!! Cek aja nih kalo ga percaya!! Hahaahaa… Emang sih style aku boyish banget, aku pake celana surfer dan kaos kegedean warna hitam. Kalo kayak gini penampilanku, there’s no reason for people to call me a girl. Hehehehe…
… Juli 2007,
MOS dengan sejuta kenangan buruk di dalamnya (contoh: sendok garpu yang aku bawa hilang di Kemuning, untung aja piringnya gak hilang..hehehe..that’s a bad memory, right? ;p), sudah berakhir. Today I will face matrikulasi test. Semalam suntuk aku ngebut belajar, prepare buat tes matrikulasi hari ini dan besok aku mesti ngerjain psikotes. Aku niat banget nih ngerjain tes-tes tersebut, karena aku pengen banget masuk kelas akselerasi, jadi aku di SMA ini cuma dua tahun (dan aku emang ga mau lama-lama sekolah di sini…hehehehe). Orang-orang lain sibuk contek sana-sini, bahkan ketika psikotes sekalipun!! How dumb they’re!! Tapi ga ada yang minta contekan ke aku, coz I looks like a geek person but have no brain inside…Hahahaha… Ya aku sih cuek aja, toh aku ga butuh contekan dari mereka, kan?
… Juli 2007,
Hari belajar efektif starts from today. Dan aku bener-bener ga ngerasain kalau aku adalah seorang pelajar, karena sepanjang hari guru tuh ga semuanya masuk di jam pelajaran. Dalam 1 hari hanya ada sekitar 2 guru yang masuk kelas, padahal dalam 1 hari seharusnya ada 4 sampai 5 guru yang mengajar di kelasku. Oh God!! Aku pengen banget cepet-cepet masuk kelas akselerasi, hope there will be much far away better than in regular class. Dan tadi sepulang sekolah aku daftar ekskul pustakawan. Dan ternyataaaa, the library is so different from my junior high library!! In my junior high, perpus tuh tingkat dua dan full of air conditioner. Dan di siniiiii, cuma satu lantai dan itupun koleksi bukunya masih sedikit (banget)!!! I was so amaze with what I see, tadinya mau ngebatalin niat ikut pustakawan, eh tapi ternyata udah keburu ada bapak penjaga perpus yang bilang “O, mau daftar ekskul pustakawan ya? Sebentar ya,” lalu bapak itu memanggil seorang cowok “Ram, ada yang mau daftar.” Ga lama kemudian, ada seorang cowok tinggi dengan very short haircut (ya botak tiga senti gitu deh rambutnya, kayak praja IPDN gitu deh pokoknya). “Mau daftar ya? Ini, isi dulu formulirnya ya. Duduk di sini aja,” ujarnya dengan ramah. Aku sih cuek-cuek aja, bahkan aku ga ngebales senyumnya dia!! Hahahaha.. ga sopan banget kan tuh? Aku segera mengisi formulir itu. Pengen cepet-cepet pulang nih!! Laper berat!! “O, dari Jakarta ya? Kenapa pindah ke sini?” tiba-tiba cowok itu bertanya kepadaku. “Iya, ikut papa pindah kerja.” “O gitu, ya?” sahut cowok itu. “Suka basket ya?” ga lama cowok itu berkoar lagi. “Iya,” jawabku singkat, jelas, padat, berisi. “Nih, Kang,” ujarku sambil menyerahkan formulir tersebut. “O iya, makasi ya. Nanti kalo ada kumpul, ikut ya. Nanti pengumumannya lewat announcement speaker.” “Iya. Makasi, Kang.” Sebelum aku beranjak dari perpus, cowok itu bilang ke bapak penjaga perpus itu kalo aku dari Jakarta. Dan bapak penjaga perpus itu juga nanya kenapa aku pindah ke Sukabumi. As usual, my answer is “Ikut papa pindah kerja.”
(I thought) That was the first meet with him.
Kami bertemu sekitar dua tahun yang lalu. Awalnya hanya kaku belaka, tapi ternyata Tuhan memberi kami kesempatan untuk selalu bertemu, meski hanya di lorong sekolah atau di zebracross saja. Tapi kenangan-kenangan kecil itu begitu indah, tidak kalah indahnya dengan kenangan-kenangan yang sudah terjadi, yang sudah terekam, dan sudah terkenang.
Baiklah, saya akan mencoba berhenti menggunakan kata “kami”, karena sebenarnya ini adalah cerita tentang saya dan dia, bukan hanya cerita tentang kami. Dan seperti penulis lain pada umumnya, saya akan menuliskan apa yang saya rasakan, bukan apa yang kami rasakan, karena kami jarang berbincang mengenai apa yang kami rasakan. Kami hanya sering berbincang tentang apa yang saya rasakan, dan apa yang dia rasakan. Lihat, begitu berbeda bukan? Ini bukan tentang perasaan kami, tapi ini semua tentang perasaan saya dan dia.
30 Juni 2007,
Malam itu kendaraan memadati Ciawi, seakan semua orang mengantarkan kepindahanku ke Sukabumi. Huh… Sukabumi?? Kota macam apalagi itu? Mengapa aku bisa terdampar ke Sukabumi? Entahlah, nobody knows God’s plans, so do I. Jadi selama perjalanan menuju ke Sukabumi aku hanya melamun, sambil sesekali merindukan sahabatku. Macet, bising, asap knalpot, orang-orang egois, pokoknya semua hal tentang Jakarta. Aku rindu Jakarta, meski aku baru sekitar 2 jam meninggalkan calon kota megapolitan itu.
Sungguh, aku merindukan Jakarta,,, Tidak peduli seburuk apapun Jakarta, it’s still my only one favourite town.
17 Juli 2007,
Hari pertamaku di SMAN 3 Sukabumi. Katanya sih sekolah ini bagus, but I absolutely don’t agree with people statement. It’s even far from “enough”!!!!! Oh my God!! Aku bahkan tidak menemukan aula berkeramik disini!!! Dan, FYI, di sini ga ada tempat olahraga indoor!!! Oh God!! Cobaan apalagi yang kau berikan kepadaku?? Oke, aku harus berusaha untuk mulai enjoy minimum facilities in this small town. Dan yang paling ga masuk di akal menurutku ialah angkot yang selalu mundur ketika melihat ada orang yang kelihatannya ingin naik angkot!! Oh God!! They even don’t live in a rush!!! Santai banget!! It’s totally different with Jakarta. Bahkan aku mendengar cerita gokil terbaru dari mamaku bahwa beliau siang tadi naik angkot, dan di dalam angkot tersebut ada seorang ibu hamil yang meminta supir angkot untuk berhenti di depan restoran ayam goreng dan ibu tadi meminta supir angkot tersebut untuk menunggunya!!! God!! And the driver does it!! After 10 minutes, akhirnya angkot yang mamaku tumpangi tadi berangkat lagi. What a weird story!! I’ve never ever found story like that in Jakarta, and I will not find story like that in Jakarta!!
…. Juli 2007,
Masih dalam penat dan sumpeknya menghadapi MOS. But got something today. Tadi ada promosi ekstrakurikuler di aula yang tidak berkeramik (I’ve told you about this “auditorium” before, remember?). Jujur, aku bingung mau ikut ekskul apa, because I have no interest in those extra-curriculars. Tapi sudah terpikir olehku untuk memilih ekskul basket dan pustakawan.! Pustakawan? When I was in my junior high school, ga ada ekskul semacam ini. Tapi aku agak curious dengan kegiatan mereka yang katanya sih condong ke arah sastra. And I love it! Aku memang sedang mencari wadah untuk menampung puisi-puisi dan cerpen-cerpen gilaku yang sudah menumpuk di komputer di rumah. Hope it can be a big bucket for my sense of language. Hahahaha.. :p Tapi aku belum registrasi ke pengurus kedua ekskul ini. Nanti saja, masih lama kok tenggang waktunya. MOS aja belum beres kok, jadi hari belajar efektif juga belum dimulai, dan kegiatan ekskul juga pasti belum dimulai.
… Juli 2007,
Sebal banget rasanya kenapa mesti ada acara penutupan MOS di Kemuning? Lemme tell you the describe of Kemuning. Kemuning adalah tempat untuk camping, and I do camping here. Seumur hidup, baru kali ini deh ngediriin tenda sendiri, bahkan mesti masang patok sendiri. Actually ga masang sendiri sih, tapi bareng sama teman-teman sekelompok. Dan aku yang hate camping’s life much, dari awal mencucukkan patok tenda ke tanah aja aku udah ga excited dan ga ngerti. But thanks God, seniors ngebantu aku dan temen-temen aku to stand the tent. Sebenernya sih bukan seniors, but just two of seniors helped us, karena senior yang lain ngebantuin kelompok lainnya.
… Juli 2007,
Thanks God!! This is the last day of camping!! I’m so happy. Tadi ada acara campfire, biasalah a must tradition kalau lagi camping. Tapi tadi aku kurang nikmatin acaranya coz it was so bored (for me, not for the others). Jadi aku nunggu di tenda bareng sama Lastri, yang anehnya malah sibuk ngaca, padahal our tent is dark enough, dan aku yakin dia ga bisa total ngeliat wajahnya di cermin…hahahaha… dan after mirroring, Lastri bengong ga ngapa-ngapain, like what I’m doing. Dan ketika kami berdua lagi sibuk dengan lamunan kami masing-masing, ada seorang cowok menyorotkan senter ke arah pintu tenda kami yang terbuka. Makin lama ia makin mendekat, seperti ingin mengecek wrong things di tenda kami. Lalu aku tanya, “Ada apa, Kang?” Cowok itu langsung bilang “Oh, gak apa-apa,” and he went away. Still confuse, aku nanya ke Lastri “ Akang yang tadi ngapain sih?” Lastri dengan santai menjawab “Kamu kayak cowok sih, jadi Akang tadi ngira kita lagi berduaan di dalam tenda.” What a next foolish thing!!! Haahaha.. aku cuma bisa ketawa dalam hati. Dalam satu hari aku udah dua kali disangka pria sama orang lain. Yang pertama ialah ketika tadi sore aku ikut English game, dan yang kedua ialah ya yang di tenda ini!! Hahahaha…. Am I too boyish so that people recognize me as a boy?? Helloooo… I’m totally a girl!! Cek aja nih kalo ga percaya!! Hahaahaa… Emang sih style aku boyish banget, aku pake celana surfer dan kaos kegedean warna hitam. Kalo kayak gini penampilanku, there’s no reason for people to call me a girl. Hehehehe…
… Juli 2007,
MOS dengan sejuta kenangan buruk di dalamnya (contoh: sendok garpu yang aku bawa hilang di Kemuning, untung aja piringnya gak hilang..hehehe..that’s a bad memory, right? ;p), sudah berakhir. Today I will face matrikulasi test. Semalam suntuk aku ngebut belajar, prepare buat tes matrikulasi hari ini dan besok aku mesti ngerjain psikotes. Aku niat banget nih ngerjain tes-tes tersebut, karena aku pengen banget masuk kelas akselerasi, jadi aku di SMA ini cuma dua tahun (dan aku emang ga mau lama-lama sekolah di sini…hehehehe). Orang-orang lain sibuk contek sana-sini, bahkan ketika psikotes sekalipun!! How dumb they’re!! Tapi ga ada yang minta contekan ke aku, coz I looks like a geek person but have no brain inside…Hahahaha… Ya aku sih cuek aja, toh aku ga butuh contekan dari mereka, kan?
… Juli 2007,
Hari belajar efektif starts from today. Dan aku bener-bener ga ngerasain kalau aku adalah seorang pelajar, karena sepanjang hari guru tuh ga semuanya masuk di jam pelajaran. Dalam 1 hari hanya ada sekitar 2 guru yang masuk kelas, padahal dalam 1 hari seharusnya ada 4 sampai 5 guru yang mengajar di kelasku. Oh God!! Aku pengen banget cepet-cepet masuk kelas akselerasi, hope there will be much far away better than in regular class. Dan tadi sepulang sekolah aku daftar ekskul pustakawan. Dan ternyataaaa, the library is so different from my junior high library!! In my junior high, perpus tuh tingkat dua dan full of air conditioner. Dan di siniiiii, cuma satu lantai dan itupun koleksi bukunya masih sedikit (banget)!!! I was so amaze with what I see, tadinya mau ngebatalin niat ikut pustakawan, eh tapi ternyata udah keburu ada bapak penjaga perpus yang bilang “O, mau daftar ekskul pustakawan ya? Sebentar ya,” lalu bapak itu memanggil seorang cowok “Ram, ada yang mau daftar.” Ga lama kemudian, ada seorang cowok tinggi dengan very short haircut (ya botak tiga senti gitu deh rambutnya, kayak praja IPDN gitu deh pokoknya). “Mau daftar ya? Ini, isi dulu formulirnya ya. Duduk di sini aja,” ujarnya dengan ramah. Aku sih cuek-cuek aja, bahkan aku ga ngebales senyumnya dia!! Hahahaha.. ga sopan banget kan tuh? Aku segera mengisi formulir itu. Pengen cepet-cepet pulang nih!! Laper berat!! “O, dari Jakarta ya? Kenapa pindah ke sini?” tiba-tiba cowok itu bertanya kepadaku. “Iya, ikut papa pindah kerja.” “O gitu, ya?” sahut cowok itu. “Suka basket ya?” ga lama cowok itu berkoar lagi. “Iya,” jawabku singkat, jelas, padat, berisi. “Nih, Kang,” ujarku sambil menyerahkan formulir tersebut. “O iya, makasi ya. Nanti kalo ada kumpul, ikut ya. Nanti pengumumannya lewat announcement speaker.” “Iya. Makasi, Kang.” Sebelum aku beranjak dari perpus, cowok itu bilang ke bapak penjaga perpus itu kalo aku dari Jakarta. Dan bapak penjaga perpus itu juga nanya kenapa aku pindah ke Sukabumi. As usual, my answer is “Ikut papa pindah kerja.”
(I thought) That was the first meet with him.
and the stories go....
Banyak cerita tentang aku dan dia. Tak ada yang tahu. Mungkin mereka tahu, tapi mereka hanya tahu sampulnya saja. Mereka tidak bisa membaca novel kisah hidup kami, karena novel kisah kami masih dibungkus dengan plastik privasi dan novel kami tidak, oh maaf, belum diperjualbelikan dalam kehidupan ini.
Kami bertemu sekitar dua tahun yang lalu. Awalnya hanya kaku belaka, tapi ternyata Tuhan memberi kami kesempatan untuk selalu bertemu, meski hanya di lorong sekolah atau di zebracross saja. Tapi kenangan-kenangan kecil itu begitu indah, tidak kalah indahnya dengan kenangan-kenangan yang sudah terjadi, yang sudah terekam, dan sudah terkenang.
Baiklah, saya akan mencoba berhenti menggunakan kata “kami”, karena sebenarnya ini adalah cerita tentang saya dan dia, bukan hanya cerita tentang kami. Dan seperti penulis lain pada umumnya, saya akan menuliskan apa yang saya rasakan, bukan apa yang kami rasakan, karena kami jarang berbincang mengenai apa yang kami rasakan. Kami hanya sering berbincang tentang apa yang saya rasakan, dan apa yang dia rasakan. Lihat, begitu berbeda bukan? Ini bukan tentang perasaan kami, tapi ini semua tentang perasaan saya dan dia.
30 Juni 2007,
Malam itu kendaraan memadati Ciawi, seakan semua orang mengantarkan kepindahanku ke Sukabumi. Huh… Sukabumi?? Kota macam apalagi itu? Mengapa aku bisa terdampar ke Sukabumi? Entahlah, nobody knows God’s plans, so do I. Jadi selama perjalanan menuju ke Sukabumi aku hanya melamun, sambil sesekali merindukan sahabatku. Macet, bising, asap knalpot, orang-orang egois, pokoknya semua hal tentang Jakarta. Aku rindu Jakarta, meski aku baru sekitar 2 jam meninggalkan calon kota megapolitan itu.
Sungguh, aku merindukan Jakarta,,, Tidak peduli seburuk apapun Jakarta, it’s still my only one favourite town.
17 Juli 2007,
Hari pertamaku di SMAN 3 Sukabumi. Katanya sih sekolah ini bagus, but I absolutely don’t agree with people statement. It’s even far from “enough”!!!!! Oh my God!! Aku bahkan tidak menemukan aula berkeramik disini!!! Dan, FYI, di sini ga ada tempat olahraga indoor!!! Oh God!! Cobaan apalagi yang kau berikan kepadaku?? Oke, aku harus berusaha untuk mulai enjoy minimum facilities in this small town. Dan yang paling ga masuk di akal menurutku ialah angkot yang selalu mundur ketika melihat ada orang yang kelihatannya ingin naik angkot!! Oh God!! They even don’t live in a rush!!! Santai banget!! It’s totally different with Jakarta. Bahkan aku mendengar cerita gokil terbaru dari mamaku bahwa beliau siang tadi naik angkot, dan di dalam angkot tersebut ada seorang ibu hamil yang meminta supir angkot untuk berhenti di depan restoran ayam goreng dan ibu tadi meminta supir angkot tersebut untuk menunggunya!!! God!! And the driver does it!! After 10 minutes, akhirnya angkot yang mamaku tumpangi tadi berangkat lagi. What a weird story!! I’ve never ever found story like that in Jakarta, and I will not find story like that in Jakarta!!
…. Juli 2007,
Masih dalam penat dan sumpeknya menghadapi MOS. But got something today. Tadi ada promosi ekstrakurikuler di aula yang tidak berkeramik (I’ve told you about this “auditorium” before, remember?). Jujur, aku bingung mau ikut ekskul apa, because I have no interest in those extra-curriculars. Tapi sudah terpikir olehku untuk memilih ekskul basket dan pustakawan.! Pustakawan? When I was in my junior high school, ga ada ekskul semacam ini. Tapi aku agak curious dengan kegiatan mereka yang katanya sih condong ke arah sastra. And I love it! Aku memang sedang mencari wadah untuk menampung puisi-puisi dan cerpen-cerpen gilaku yang sudah menumpuk di komputer di rumah. Hope it can be a big bucket for my sense of language. Hahahaha.. :p Tapi aku belum registrasi ke pengurus kedua ekskul ini. Nanti saja, masih lama kok tenggang waktunya. MOS aja belum beres kok, jadi hari belajar efektif juga belum dimulai, dan kegiatan ekskul juga pasti belum dimulai.
… Juli 2007,
Sebal banget rasanya kenapa mesti ada acara penutupan MOS di Kemuning? Lemme tell you the describe of Kemuning. Kemuning adalah tempat untuk camping, and I do camping here. Seumur hidup, baru kali ini deh ngediriin tenda sendiri, bahkan mesti masang patok sendiri. Actually ga masang sendiri sih, tapi bareng sama teman-teman sekelompok. Dan aku yang hate camping’s life much, dari awal mencucukkan patok tenda ke tanah aja aku udah ga excited dan ga ngerti. But thanks God, seniors ngebantu aku dan temen-temen aku to stand the tent. Sebenernya sih bukan seniors, but just two of seniors helped us, karena senior yang lain ngebantuin kelompok lainnya.
… Juli 2007,
Thanks God!! This is the last day of camping!! I’m so happy. Tadi ada acara campfire, biasalah a must tradition kalau lagi camping. Tapi tadi aku kurang nikmatin acaranya coz it was so bored (for me, not for the others). Jadi aku nunggu di tenda bareng sama Lastri, yang anehnya malah sibuk ngaca, padahal our tent is dark enough, dan aku yakin dia ga bisa total ngeliat wajahnya di cermin…hahahaha… dan after mirroring, Lastri bengong ga ngapa-ngapain, like what I’m doing. Dan ketika kami berdua lagi sibuk dengan lamunan kami masing-masing, ada seorang cowok menyorotkan senter ke arah pintu tenda kami yang terbuka. Makin lama ia makin mendekat, seperti ingin mengecek wrong things di tenda kami. Lalu aku tanya, “Ada apa, Kang?” Cowok itu langsung bilang “Oh, gak apa-apa,” and he went away. Still confuse, aku nanya ke Lastri “ Akang yang tadi ngapain sih?” Lastri dengan santai menjawab “Kamu kayak cowok sih, jadi Akang tadi ngira kita lagi berduaan di dalam tenda.” What a next foolish thing!!! Haahaha.. aku cuma bisa ketawa dalam hati. Dalam satu hari aku udah dua kali disangka pria sama orang lain. Yang pertama ialah ketika tadi sore aku ikut English game, dan yang kedua ialah ya yang di tenda ini!! Hahahaha…. Am I too boyish so that people recognize me as a boy?? Helloooo… I’m totally a girl!! Cek aja nih kalo ga percaya!! Hahaahaa… Emang sih style aku boyish banget, aku pake celana surfer dan kaos kegedean warna hitam. Kalo kayak gini penampilanku, there’s no reason for people to call me a girl. Hehehehe…
… Juli 2007,
MOS dengan sejuta kenangan buruk di dalamnya (contoh: sendok garpu yang aku bawa hilang di Kemuning, untung aja piringnya gak hilang..hehehe..that’s a bad memory, right? ;p), sudah berakhir. Today I will face matrikulasi test. Semalam suntuk aku ngebut belajar, prepare buat tes matrikulasi hari ini dan besok aku mesti ngerjain psikotes. Aku niat banget nih ngerjain tes-tes tersebut, karena aku pengen banget masuk kelas akselerasi, jadi aku di SMA ini cuma dua tahun (dan aku emang ga mau lama-lama sekolah di sini…hehehehe). Orang-orang lain sibuk contek sana-sini, bahkan ketika psikotes sekalipun!! How dumb they’re!! Tapi ga ada yang minta contekan ke aku, coz I looks like a geek person but have no brain inside…Hahahaha… Ya aku sih cuek aja, toh aku ga butuh contekan dari mereka, kan?
… Juli 2007,
Hari belajar efektif starts from today. Dan aku bener-bener ga ngerasain kalau aku adalah seorang pelajar, karena sepanjang hari guru tuh ga semuanya masuk di jam pelajaran. Dalam 1 hari hanya ada sekitar 2 guru yang masuk kelas, padahal dalam 1 hari seharusnya ada 4 sampai 5 guru yang mengajar di kelasku. Oh God!! Aku pengen banget cepet-cepet masuk kelas akselerasi, hope there will be much far away better than in regular class. Dan tadi sepulang sekolah aku daftar ekskul pustakawan. Dan ternyataaaa, the library is so different from my junior high library!! In my junior high, perpus tuh tingkat dua dan full of air conditioner. Dan di siniiiii, cuma satu lantai dan itupun koleksi bukunya masih sedikit (banget)!!! I was so amaze with what I see, tadinya mau ngebatalin niat ikut pustakawan, eh tapi ternyata udah keburu ada bapak penjaga perpus yang bilang “O, mau daftar ekskul pustakawan ya? Sebentar ya,” lalu bapak itu memanggil seorang cowok “Ram, ada yang mau daftar.” Ga lama kemudian, ada seorang cowok tinggi dengan very short haircut (ya botak tiga senti gitu deh rambutnya, kayak praja IPDN gitu deh pokoknya). “Mau daftar ya? Ini, isi dulu formulirnya ya. Duduk di sini aja,” ujarnya dengan ramah. Aku sih cuek-cuek aja, bahkan aku ga ngebales senyumnya dia!! Hahahaha.. ga sopan banget kan tuh? Aku segera mengisi formulir itu. Pengen cepet-cepet pulang nih!! Laper berat!! “O, dari Jakarta ya? Kenapa pindah ke sini?” tiba-tiba cowok itu bertanya kepadaku. “Iya, ikut papa pindah kerja.” “O gitu, ya?” sahut cowok itu. “Suka basket ya?” ga lama cowok itu berkoar lagi. “Iya,” jawabku singkat, jelas, padat, berisi. “Nih, Kang,” ujarku sambil menyerahkan formulir tersebut. “O iya, makasi ya. Nanti kalo ada kumpul, ikut ya. Nanti pengumumannya lewat announcement speaker.” “Iya. Makasi, Kang.” Sebelum aku beranjak dari perpus, cowok itu bilang ke bapak penjaga perpus itu kalo aku dari Jakarta. Dan bapak penjaga perpus itu juga nanya kenapa aku pindah ke Sukabumi. As usual, my answer is “Ikut papa pindah kerja.”
(I thought) That was the first meet with him.
… Agustus 2007,
Siang ini aku harus kumpul di perpustakaan, karena akan ada kumpul pustakawan. Pengen pulang rasanya, tapi ya mau gimana lagi, kan harus kumpul. Masa kumpul pertama dengan anak-anak pustakawan lainnya aku ga hadir? Ga mau ah!
Akhirnya tadi aku sudah kumpul dengan teman-teman pustakawan lainnya. Setelah selesai mendengar “ceramah” dari kakak-kakak pengurus ekskul pustakawan, akhirnya kami diperbolehkan pulang. Eh tapi ternyata, Kak Rahmi, ketua ekskul pustakawan, memintaku untuk stay karena katanya sih pengen interview aku (ceileee). Akhirnya aku duduk dan berbincang dengan Kak Rahmi. Segala rupa pertanyaan ia lontarkan terhadapku. Aku yang aslinya santai dan always cheer up, malah jadi asyik ngobrol dengan Kak Rahmi. Setelah itu, Kak Rahmi bertanya kepada seorang cowok botak (yang dulu jadi “receptionist” ketika aku mendaftar pustakawan itu lhooo..), yang ternyata sejak tadi duduk berselang beberapa bangku di sebelah Kak Rahmi, “Ada lagi pertanyaan buat Sintya?” Cowok botak itu langsung ngomong “Iya, ada. Tadi kan kamu bilang kamu suka basket. Nah gimana caranya agar kamu bisa bagi waktu antara main basket dengan waktu belajar kamu? Karena saya dulu juga pernah sibuk main basket dan menurut saya agak susah bagi waktunya.” Aku dengan santai menjawab “Ya yang jelas belajarku ga akan terganggu karena main basket. Kan basket cuma ekskul aja dan cuma buat hobi, jadi ga mungkin belajarku jadi terbengkalai.” Cowok botak itu mengangguk-angguk tanda setuju. Setelah itu, aku pamit pulang kepada Kak Rahmi dan cowok botak itu, yang ternyata bernama Ramli.
Sesampainya aku di rumah, aku buru-buru makan dan ganti seragam sekolah dengan baju basket, karena aku harus kembali lagi ke sekolah untuk ikutan PHKRI (perayaan hari kemerdekaan republik Indonesia) dan aku ikutan three on three. Lawanku hari ini ialah anak-anak kelas 12 IPS 2. Well, sudah mati kutu duluan ni aku karena tahu aku bakal ngelawan anak kelas 12. Haduuuuuh… Ya biarin aja deh, kali-kali aja this day is my lucky day, jadi bisa menang gituuuu… Heheehee..
Sesampainya di lapangan basket sekolah, aku langsung bisa ngeliat lawan-lawanku yang ternyata semua cowok!!! Sama aja kayak partners aku. It means I’m the only one girl in this game!!! Maluuuu banget, sekaligus takut karena aku tahu cowok kan kalo udah do sport pasti kasar deh!!
Priiiit!! The whistle’s already whistling. Okay, aku bahkan ga dapet bola sepanjang permainan!! Ya pasrah deh… Tapi tetep harus semangat. Karena tim kelas kami hanya bertiga, jadi sejak awal pertandingan kami ga gonta-ganti pemain, berbeda dengan lawan kami yang sejak tadi terus-menerus berubah formersnya. Aku terus konsen ke permainanku, sampai tiba-tiba badanku menubruk seorang pemain. Kepalaku menubruk dadanya. GOSH!!! DAMN!!!! Guess who the person is?? RAMLI!!! Anjiiiir… Tinggi banget tu orang!! Oke, actually aku ga langsung ingat siapa dia. Tapi setelah pertandingan selesai, I can clearly remember kalo dia adalah kakak kelas yang tadi siang asked about my basketball and my study. Huh!! Ngeliat tampangnya yang enjoy banget megang bola basket bikin aku BT setengah mati. Dasar tiang listrik!! Dan bahkan dia main basket menggunakan baju seragam!! Itu berarti dia main basket menggunakan celana panjang!! Dasar tiang listrik!! Dan yang aku ingat ialah ketika si tiang listrik itu dapet giliran megang bola basket, temannya, yang belakangan aku tahu bernama Bejo (sebenernya sih nama aslinya Indra), selalu teriak “Ence, sambil baca ayat kursi atuuuhh..” Hahaha…. Dasar kakak kelas yang aneh!! Dan pertandingan di siang yang terik itu berbuahkan kekalahan tim kelasku. Sabaaaaarrrrr…..
Kami bertemu sekitar dua tahun yang lalu. Awalnya hanya kaku belaka, tapi ternyata Tuhan memberi kami kesempatan untuk selalu bertemu, meski hanya di lorong sekolah atau di zebracross saja. Tapi kenangan-kenangan kecil itu begitu indah, tidak kalah indahnya dengan kenangan-kenangan yang sudah terjadi, yang sudah terekam, dan sudah terkenang.
Baiklah, saya akan mencoba berhenti menggunakan kata “kami”, karena sebenarnya ini adalah cerita tentang saya dan dia, bukan hanya cerita tentang kami. Dan seperti penulis lain pada umumnya, saya akan menuliskan apa yang saya rasakan, bukan apa yang kami rasakan, karena kami jarang berbincang mengenai apa yang kami rasakan. Kami hanya sering berbincang tentang apa yang saya rasakan, dan apa yang dia rasakan. Lihat, begitu berbeda bukan? Ini bukan tentang perasaan kami, tapi ini semua tentang perasaan saya dan dia.
30 Juni 2007,
Malam itu kendaraan memadati Ciawi, seakan semua orang mengantarkan kepindahanku ke Sukabumi. Huh… Sukabumi?? Kota macam apalagi itu? Mengapa aku bisa terdampar ke Sukabumi? Entahlah, nobody knows God’s plans, so do I. Jadi selama perjalanan menuju ke Sukabumi aku hanya melamun, sambil sesekali merindukan sahabatku. Macet, bising, asap knalpot, orang-orang egois, pokoknya semua hal tentang Jakarta. Aku rindu Jakarta, meski aku baru sekitar 2 jam meninggalkan calon kota megapolitan itu.
Sungguh, aku merindukan Jakarta,,, Tidak peduli seburuk apapun Jakarta, it’s still my only one favourite town.
17 Juli 2007,
Hari pertamaku di SMAN 3 Sukabumi. Katanya sih sekolah ini bagus, but I absolutely don’t agree with people statement. It’s even far from “enough”!!!!! Oh my God!! Aku bahkan tidak menemukan aula berkeramik disini!!! Dan, FYI, di sini ga ada tempat olahraga indoor!!! Oh God!! Cobaan apalagi yang kau berikan kepadaku?? Oke, aku harus berusaha untuk mulai enjoy minimum facilities in this small town. Dan yang paling ga masuk di akal menurutku ialah angkot yang selalu mundur ketika melihat ada orang yang kelihatannya ingin naik angkot!! Oh God!! They even don’t live in a rush!!! Santai banget!! It’s totally different with Jakarta. Bahkan aku mendengar cerita gokil terbaru dari mamaku bahwa beliau siang tadi naik angkot, dan di dalam angkot tersebut ada seorang ibu hamil yang meminta supir angkot untuk berhenti di depan restoran ayam goreng dan ibu tadi meminta supir angkot tersebut untuk menunggunya!!! God!! And the driver does it!! After 10 minutes, akhirnya angkot yang mamaku tumpangi tadi berangkat lagi. What a weird story!! I’ve never ever found story like that in Jakarta, and I will not find story like that in Jakarta!!
…. Juli 2007,
Masih dalam penat dan sumpeknya menghadapi MOS. But got something today. Tadi ada promosi ekstrakurikuler di aula yang tidak berkeramik (I’ve told you about this “auditorium” before, remember?). Jujur, aku bingung mau ikut ekskul apa, because I have no interest in those extra-curriculars. Tapi sudah terpikir olehku untuk memilih ekskul basket dan pustakawan.! Pustakawan? When I was in my junior high school, ga ada ekskul semacam ini. Tapi aku agak curious dengan kegiatan mereka yang katanya sih condong ke arah sastra. And I love it! Aku memang sedang mencari wadah untuk menampung puisi-puisi dan cerpen-cerpen gilaku yang sudah menumpuk di komputer di rumah. Hope it can be a big bucket for my sense of language. Hahahaha.. :p Tapi aku belum registrasi ke pengurus kedua ekskul ini. Nanti saja, masih lama kok tenggang waktunya. MOS aja belum beres kok, jadi hari belajar efektif juga belum dimulai, dan kegiatan ekskul juga pasti belum dimulai.
… Juli 2007,
Sebal banget rasanya kenapa mesti ada acara penutupan MOS di Kemuning? Lemme tell you the describe of Kemuning. Kemuning adalah tempat untuk camping, and I do camping here. Seumur hidup, baru kali ini deh ngediriin tenda sendiri, bahkan mesti masang patok sendiri. Actually ga masang sendiri sih, tapi bareng sama teman-teman sekelompok. Dan aku yang hate camping’s life much, dari awal mencucukkan patok tenda ke tanah aja aku udah ga excited dan ga ngerti. But thanks God, seniors ngebantu aku dan temen-temen aku to stand the tent. Sebenernya sih bukan seniors, but just two of seniors helped us, karena senior yang lain ngebantuin kelompok lainnya.
… Juli 2007,
Thanks God!! This is the last day of camping!! I’m so happy. Tadi ada acara campfire, biasalah a must tradition kalau lagi camping. Tapi tadi aku kurang nikmatin acaranya coz it was so bored (for me, not for the others). Jadi aku nunggu di tenda bareng sama Lastri, yang anehnya malah sibuk ngaca, padahal our tent is dark enough, dan aku yakin dia ga bisa total ngeliat wajahnya di cermin…hahahaha… dan after mirroring, Lastri bengong ga ngapa-ngapain, like what I’m doing. Dan ketika kami berdua lagi sibuk dengan lamunan kami masing-masing, ada seorang cowok menyorotkan senter ke arah pintu tenda kami yang terbuka. Makin lama ia makin mendekat, seperti ingin mengecek wrong things di tenda kami. Lalu aku tanya, “Ada apa, Kang?” Cowok itu langsung bilang “Oh, gak apa-apa,” and he went away. Still confuse, aku nanya ke Lastri “ Akang yang tadi ngapain sih?” Lastri dengan santai menjawab “Kamu kayak cowok sih, jadi Akang tadi ngira kita lagi berduaan di dalam tenda.” What a next foolish thing!!! Haahaha.. aku cuma bisa ketawa dalam hati. Dalam satu hari aku udah dua kali disangka pria sama orang lain. Yang pertama ialah ketika tadi sore aku ikut English game, dan yang kedua ialah ya yang di tenda ini!! Hahahaha…. Am I too boyish so that people recognize me as a boy?? Helloooo… I’m totally a girl!! Cek aja nih kalo ga percaya!! Hahaahaa… Emang sih style aku boyish banget, aku pake celana surfer dan kaos kegedean warna hitam. Kalo kayak gini penampilanku, there’s no reason for people to call me a girl. Hehehehe…
… Juli 2007,
MOS dengan sejuta kenangan buruk di dalamnya (contoh: sendok garpu yang aku bawa hilang di Kemuning, untung aja piringnya gak hilang..hehehe..that’s a bad memory, right? ;p), sudah berakhir. Today I will face matrikulasi test. Semalam suntuk aku ngebut belajar, prepare buat tes matrikulasi hari ini dan besok aku mesti ngerjain psikotes. Aku niat banget nih ngerjain tes-tes tersebut, karena aku pengen banget masuk kelas akselerasi, jadi aku di SMA ini cuma dua tahun (dan aku emang ga mau lama-lama sekolah di sini…hehehehe). Orang-orang lain sibuk contek sana-sini, bahkan ketika psikotes sekalipun!! How dumb they’re!! Tapi ga ada yang minta contekan ke aku, coz I looks like a geek person but have no brain inside…Hahahaha… Ya aku sih cuek aja, toh aku ga butuh contekan dari mereka, kan?
… Juli 2007,
Hari belajar efektif starts from today. Dan aku bener-bener ga ngerasain kalau aku adalah seorang pelajar, karena sepanjang hari guru tuh ga semuanya masuk di jam pelajaran. Dalam 1 hari hanya ada sekitar 2 guru yang masuk kelas, padahal dalam 1 hari seharusnya ada 4 sampai 5 guru yang mengajar di kelasku. Oh God!! Aku pengen banget cepet-cepet masuk kelas akselerasi, hope there will be much far away better than in regular class. Dan tadi sepulang sekolah aku daftar ekskul pustakawan. Dan ternyataaaa, the library is so different from my junior high library!! In my junior high, perpus tuh tingkat dua dan full of air conditioner. Dan di siniiiii, cuma satu lantai dan itupun koleksi bukunya masih sedikit (banget)!!! I was so amaze with what I see, tadinya mau ngebatalin niat ikut pustakawan, eh tapi ternyata udah keburu ada bapak penjaga perpus yang bilang “O, mau daftar ekskul pustakawan ya? Sebentar ya,” lalu bapak itu memanggil seorang cowok “Ram, ada yang mau daftar.” Ga lama kemudian, ada seorang cowok tinggi dengan very short haircut (ya botak tiga senti gitu deh rambutnya, kayak praja IPDN gitu deh pokoknya). “Mau daftar ya? Ini, isi dulu formulirnya ya. Duduk di sini aja,” ujarnya dengan ramah. Aku sih cuek-cuek aja, bahkan aku ga ngebales senyumnya dia!! Hahahaha.. ga sopan banget kan tuh? Aku segera mengisi formulir itu. Pengen cepet-cepet pulang nih!! Laper berat!! “O, dari Jakarta ya? Kenapa pindah ke sini?” tiba-tiba cowok itu bertanya kepadaku. “Iya, ikut papa pindah kerja.” “O gitu, ya?” sahut cowok itu. “Suka basket ya?” ga lama cowok itu berkoar lagi. “Iya,” jawabku singkat, jelas, padat, berisi. “Nih, Kang,” ujarku sambil menyerahkan formulir tersebut. “O iya, makasi ya. Nanti kalo ada kumpul, ikut ya. Nanti pengumumannya lewat announcement speaker.” “Iya. Makasi, Kang.” Sebelum aku beranjak dari perpus, cowok itu bilang ke bapak penjaga perpus itu kalo aku dari Jakarta. Dan bapak penjaga perpus itu juga nanya kenapa aku pindah ke Sukabumi. As usual, my answer is “Ikut papa pindah kerja.”
(I thought) That was the first meet with him.
… Agustus 2007,
Siang ini aku harus kumpul di perpustakaan, karena akan ada kumpul pustakawan. Pengen pulang rasanya, tapi ya mau gimana lagi, kan harus kumpul. Masa kumpul pertama dengan anak-anak pustakawan lainnya aku ga hadir? Ga mau ah!
Akhirnya tadi aku sudah kumpul dengan teman-teman pustakawan lainnya. Setelah selesai mendengar “ceramah” dari kakak-kakak pengurus ekskul pustakawan, akhirnya kami diperbolehkan pulang. Eh tapi ternyata, Kak Rahmi, ketua ekskul pustakawan, memintaku untuk stay karena katanya sih pengen interview aku (ceileee). Akhirnya aku duduk dan berbincang dengan Kak Rahmi. Segala rupa pertanyaan ia lontarkan terhadapku. Aku yang aslinya santai dan always cheer up, malah jadi asyik ngobrol dengan Kak Rahmi. Setelah itu, Kak Rahmi bertanya kepada seorang cowok botak (yang dulu jadi “receptionist” ketika aku mendaftar pustakawan itu lhooo..), yang ternyata sejak tadi duduk berselang beberapa bangku di sebelah Kak Rahmi, “Ada lagi pertanyaan buat Sintya?” Cowok botak itu langsung ngomong “Iya, ada. Tadi kan kamu bilang kamu suka basket. Nah gimana caranya agar kamu bisa bagi waktu antara main basket dengan waktu belajar kamu? Karena saya dulu juga pernah sibuk main basket dan menurut saya agak susah bagi waktunya.” Aku dengan santai menjawab “Ya yang jelas belajarku ga akan terganggu karena main basket. Kan basket cuma ekskul aja dan cuma buat hobi, jadi ga mungkin belajarku jadi terbengkalai.” Cowok botak itu mengangguk-angguk tanda setuju. Setelah itu, aku pamit pulang kepada Kak Rahmi dan cowok botak itu, yang ternyata bernama Ramli.
Sesampainya aku di rumah, aku buru-buru makan dan ganti seragam sekolah dengan baju basket, karena aku harus kembali lagi ke sekolah untuk ikutan PHKRI (perayaan hari kemerdekaan republik Indonesia) dan aku ikutan three on three. Lawanku hari ini ialah anak-anak kelas 12 IPS 2. Well, sudah mati kutu duluan ni aku karena tahu aku bakal ngelawan anak kelas 12. Haduuuuuh… Ya biarin aja deh, kali-kali aja this day is my lucky day, jadi bisa menang gituuuu… Heheehee..
Sesampainya di lapangan basket sekolah, aku langsung bisa ngeliat lawan-lawanku yang ternyata semua cowok!!! Sama aja kayak partners aku. It means I’m the only one girl in this game!!! Maluuuu banget, sekaligus takut karena aku tahu cowok kan kalo udah do sport pasti kasar deh!!
Priiiit!! The whistle’s already whistling. Okay, aku bahkan ga dapet bola sepanjang permainan!! Ya pasrah deh… Tapi tetep harus semangat. Karena tim kelas kami hanya bertiga, jadi sejak awal pertandingan kami ga gonta-ganti pemain, berbeda dengan lawan kami yang sejak tadi terus-menerus berubah formersnya. Aku terus konsen ke permainanku, sampai tiba-tiba badanku menubruk seorang pemain. Kepalaku menubruk dadanya. GOSH!!! DAMN!!!! Guess who the person is?? RAMLI!!! Anjiiiir… Tinggi banget tu orang!! Oke, actually aku ga langsung ingat siapa dia. Tapi setelah pertandingan selesai, I can clearly remember kalo dia adalah kakak kelas yang tadi siang asked about my basketball and my study. Huh!! Ngeliat tampangnya yang enjoy banget megang bola basket bikin aku BT setengah mati. Dasar tiang listrik!! Dan bahkan dia main basket menggunakan baju seragam!! Itu berarti dia main basket menggunakan celana panjang!! Dasar tiang listrik!! Dan yang aku ingat ialah ketika si tiang listrik itu dapet giliran megang bola basket, temannya, yang belakangan aku tahu bernama Bejo (sebenernya sih nama aslinya Indra), selalu teriak “Ence, sambil baca ayat kursi atuuuhh..” Hahaha…. Dasar kakak kelas yang aneh!! Dan pertandingan di siang yang terik itu berbuahkan kekalahan tim kelasku. Sabaaaaarrrrr…..
Langganan:
Postingan (Atom)

